Isi Artikel Utama

Abstrak

Krisis ekologis dan fragmentasi internal gereja akibat pengkotak-kotakan pelayanan kategorial merupakan dua persoalan yang berakar pada rusaknya hakikat relasionalitas jemaat masa kini. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bertujuan menjawab tantangan tersebut melalui integrasi perspektif ekoteologi dengan teori pendekatan Pendidikan Kristiani Intergenerasi. Dokumen keesaan PGI dan Ensiklik Laudato Si’ digunakan sebagai salah satu sumber informasi ekoteologi utama, sementara teori generasi membedah karakteristik jemaat dari Baby Boomer hingga Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja tidak dapat menjadi "sahabat alam" yang sejati jika gagal menjadi "sahabat generasi". Melalui pendekatan intergenerasi, sekat kategorial dan "budaya membuang" dikikis lewat aktivitas situasional yang sengaja difasilitasi. Integrasi ini menghasilkan ekosistem pembelajaran timbal balik yang holistik, di mana seluruh elemen usia berkolaborasi aktif sebagai agen pemulihan untuk merawat dan menjaga keutuhan seluruh ciptaan Allah.

Kata Kunci

Krisis Ekologi Sahabat Alam Sahabat Generasi Pendidikan Kristiani Intergenerasi

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Wangania, J. D. L. (2026). Pendidikan Kristiani Intergenerasi Berbasis Ekoteologi sebagai Upaya Mengatasi Persoalan Krisis Ekologi. Jurnal Bajidakka, 1(`02), 91–102. Diambil dari https://jurnal.sttintim.id/index.php/bj/article/view/12