Isi Artikel Utama
Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan adanya titik temu yang dapat digali dari perbedaan John Calvin dan Gustavo Gutierrez dalam menjelaskan konsep Gereja sebagai representasi Kerajaan Allah bagi kaum miskin non-Kristen di Indonesia. Dengan melakukan studi pustaka untuk membandingkan pemahaman dua tokoh tersebut, tulisan ini menemukan bahwa pelayanan Gereja kepada kaum miskin non-Kristen di Indonesia dapat terwujud dengan melihat mereka sebagai keberadaan yang penting karena juga merupakan bagian dari rencana Kerajaan Allah. Tulisan ini memulai pembahasan dengan memperlihatkan bagaimana Calvin dan Gutierrez bergumul dengan konteks kemiskinan masing-masing. Tidak sampai di sana, pembahasan juga akan menyinggung soal kehadiran kaum miskin di tengah Gereja juga menjadi urgensi bagi Gereja untuk melihat kebutuhan mereka. Dengan demikian, setiap orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui aksi kasih Gereja yang membawa kaum miskin non-Kristen untuk melihat bagaimana mereka adalah bagian dari rencana Allah dan juga diundang untuk menikmati kasih Allah di dalam persekutuan dengan Gereja, bahkan sesama manusia lainnya.
