Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi heterogenitas spiritualitas generasi muda Kristen di Indonesia dan menawarkan solusi teologis atas masalah kesenjangan generasi (generation gap) di gereja. Berdasarkan data Bilangan Research Center (BRC), digital native memiliki tiga karakteristik utama dalam berelasi dengan Tuhan, yaitu ekspresif, selektif, dan partisipatif. Namun, potensi rohani ini sering terhambat oleh dominasi kepemimpinan generasi Baby Boomers yang cenderung monolog dan menuntut keseragaman liturgis. Menggunakan metode studi pustaka dengan pisau analisis Sacred Pathways Gary Thomas, penelitian ini mendekonstruksi keseragaman tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik digital pemuda merupakan manifestasi jalur iman yang valid di hadapan Allah. Oleh karena itu, gereja harus bertransformasi melalui hospitalitas ruang sakral dengan mengadopsi ekosistem digital-friendly dan pastoral pendampingan demi memfasilitasi keberagaman spiritualitas anak muda secara maksimal.
