https://jurnal.sttintim.id/index.php/bj/issue/feed Jurnal Bajidakka 2026-05-31T09:34:40+00:00 Jurnal Bajidakka p3gm@sttintimlib.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Baji Dakka : Jurnal Filsafat Keilahian dan Pendidikan Agama Kristen </strong>adalah jurnal yang bertujuan memublikasikan karya-karya ilmiah di bidang teologi, terutama teologi kontekstual dan filsafat keilahian yang relevan dalam konteks indonesia. Nama jurnal terdiri dari dua kata kunci, yaitu: baji dan dakka. Baji berarti baik. Sedangkan dakka berarti melangkah. Baji dakka mengusung spirit melangkah pada jalan yang baik dengan upaya merefleksikan berbagai konteks kehidupan sosio-kultural-religius secara teologis dan filosofis. Jurnal baji dakka adalah lanjutan dari jurnal stft intim di makassaryang terakhir kali terbit tahun 2000. Terbit dua kali dalam setahun Isi artikel-ertikel yang dimuat tidak mencerminkan pandangan dari redaksi</p> <p><em>Diterbitkan Oleh</em> : Sekolah Tinggi FIlsafat Teologi Indonesia Timur di Makassar (STFT INTIM di MAKASSAR)</p> https://jurnal.sttintim.id/index.php/bj/article/view/11 REFLEKSI TEOLOGI MARITIM TERHADAP TAMBAK GARAM TERBENGKALAI: STUDI KASUS DESA WEOE, KABUPATEN MALAKA 2026-04-25T09:42:31+00:00 Delvin Pandie pandiewinda@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk produksi garam. Namun, potensi ini sering kali dikelola tanpa memperhatikan aspek keberlanjutan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekologis dan sosial akibat terbengkalainya tambak garam di Desa Weoe, Kabupaten Malaka, serta merefleksikannya melalui perspektif Teologi Maritim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas tambak garam yang tidak berkelanjutan telah merusak ekosistem mangrove dan menyebabkan salinisasi lahan pertanian. Dari perspektif teologi, kerusakan ini dipahami sebagai ketidakharmonisan relasi manusia dengan ciptaan, di mana tanah pesisir tidak lagi dilihat sebagai “Agen Kasih Allah” melainkan sekadar objek eksploitasi. Tulisan ini menawarkan konsep rekonstruksi pesisir yang berbasis pada kearifan lokal dan peran tokoh adat (<em>fukun</em>) sebagai solusi untuk memulihkan hubungan yang seimbang antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.</p> <p><strong>KATA KUNCI</strong>: Teologi Maritim, Tanah Pesisir, Tambak Garam, Fukun, Krisis Ekologi, Desa Weoe.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Indonesia, as a maritime nation, has vast natural resource potential, including salt production. However, this potential is often managed without considering ecological sustainability. This study aims to analyze the ecological and social impacts of abandoned salt ponds in Weoe Village, Malaka Regency, and to reflect on them through the perspective of Maritime Theology. This study uses a descriptive qualitative method with a theological approach. The results show that unsustainable salt pond activities have damaged the mangrove ecosystem and caused salinization of agricultural land. From a theological perspective, this damage is understood as a disharmony in the relationship between humans and creation, where coastal land is no longer seen as an "Agent of God's Love" but merely an object of exploitation. This paper offers a concept of coastal reconstruction based on local wisdom and the role of traditional leaders (fukun) as a solution to restore a balanced relationship between humans, nature, and the Creator.</p> <p><strong>KEYWORDS</strong>: Maritime Theology, Coastal Land, Salt Ponds, Fukun, Ecological Crisis, Weoe Village.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Bajidakka https://jurnal.sttintim.id/index.php/bj/article/view/12 Pendidikan Kristiani Intergenerasi Berbasis Ekoteologi sebagai Upaya Mengatasi Persoalan Krisis Ekologi 2026-05-31T04:02:04+00:00 Judith Debora Listia Wangania judithwangania16@gmail.com <p>Krisis ekologis dan fragmentasi internal gereja akibat pengkotak-kotakan pelayanan kategorial merupakan dua persoalan yang berakar pada rusaknya hakikat relasionalitas jemaat masa kini. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bertujuan menjawab tantangan tersebut melalui integrasi perspektif ekoteologi dengan teori pendekatan Pendidikan Kristiani Intergenerasi. Dokumen keesaan PGI dan Ensiklik <em>Laudato Si’</em> digunakan sebagai salah satu sumber informasi ekoteologi utama, sementara teori generasi membedah karakteristik jemaat dari <em>Baby Boomer</em> hingga Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja tidak dapat menjadi "sahabat alam" yang sejati jika gagal menjadi "sahabat generasi". Melalui pendekatan intergenerasi, sekat kategorial dan "budaya membuang" dikikis lewat aktivitas situasional yang sengaja difasilitasi. Integrasi ini menghasilkan ekosistem pembelajaran timbal balik yang holistik, di mana seluruh elemen usia berkolaborasi aktif sebagai agen pemulihan untuk merawat dan menjaga keutuhan seluruh ciptaan Allah.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Bajidakka https://jurnal.sttintim.id/index.php/bj/article/view/13 Menjadi Komunitas Ramah untuk Jiwa yang Rapuh: Kesehatan Mental sebagai Locus Misional Gereja di Toraja 2026-05-31T04:09:03+00:00 Ericha Leona Tandiallo erikaleonatandiallo@gmail.com Rikatri Barrung rikatribarrung9@gmail.com Natalia Datu Arruan nataliadatuarruan2203@gmail.com <p>Artikel ini membahas maraknya fenomena gangguan kesehatan mental dan tindakan bunuh diri (<em>mentuyo</em>) di Toraja, yang kerap diperparah oleh tekanan kultural modernitas serta stigma teologis yang menghakimi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data sosiologis serta literatur terkait. Pisau analisis yang digunakan didasarkan pada konsep teologi misi David Bosch mengenai karakter gereja yang misional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja di Toraja dipanggil untuk melakukan rekonstruksi paradigma pelayanan dengan menjadikan isu kesehatan mental sebagai <em>locus misional</em> yang baru. Gereja di Toraja harus bertransformasi menjadi <em>healing community</em> (komunitas penyembuh) yang ramah bagi jiwa yang rapuh. Hal ini dicapai melalui dekristalisasi stigma, integrasi kearifan lokal yang menopang, serta penyediaan ruang aman (<em>safe space</em>) pastoral yang inklusif dan holistik demi menghadirkan syalom Allah secara nyata.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Bajidakka https://jurnal.sttintim.id/index.php/bj/article/view/14 Dari Ekspresif, Selektif dan Partisipatif: Memfasilitasi Heterogenitas Spiritualitas Generasi Muda Kristen Melalui Perspektif Gary Thomas 2026-05-31T04:15:46+00:00 Febyrani Lobo febyraniilobo@gmail.com Relisma Juilavmy relismajuilavmy879@gmail.com Fika Alexander Toban fikaalexandertoban@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi heterogenitas spiritualitas generasi muda Kristen di Indonesia dan menawarkan solusi teologis atas masalah kesenjangan generasi (<em>generation gap</em>) di gereja. Berdasarkan data <em>Bilangan Research Center</em> (BRC), digital native memiliki tiga karakteristik utama dalam berelasi dengan Tuhan, yaitu ekspresif, selektif, dan partisipatif. Namun, potensi rohani ini sering terhambat oleh dominasi kepemimpinan generasi <em>Baby Boomers</em> yang cenderung monolog dan menuntut keseragaman liturgis. Menggunakan metode studi pustaka dengan pisau analisis <em>Sacred Pathways</em> Gary Thomas, penelitian ini mendekonstruksi keseragaman tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik digital pemuda merupakan manifestasi jalur iman yang valid di hadapan Allah. Oleh karena itu, gereja harus bertransformasi melalui hospitalitas ruang sakral dengan mengadopsi ekosistem <em>digital-friendly</em> dan pastoral pendampingan demi memfasilitasi keberagaman spiritualitas anak muda secara maksimal.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Bajidakka https://jurnal.sttintim.id/index.php/bj/article/view/15 Strategi Integratif Psikologi Pendidikan Kristen dalam Meningkatkan Resiliensi dan Kesehatan Mental Generasi Z di Era Digital 2026-05-31T04:20:55+00:00 Noviyanti Pangalingan noviyantipangalingan@gmail.com <p>Generasi Z hidup dalam lingkungan digital dinamis yang rentan memicu masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan stres. Namun, era digital juga membuka peluang penguatan daya tahan psikologis. Tulisan ini bertujuan merumuskan strategi integratif Psikologi Pendidikan Kristen dalam meningkatkan resiliensi dan kesehatan mental Generasi Z di era digital. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah berbagai literatur terkait kesehatan mental remaja, media digital, resiliensi, dan teologi pendidikan Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen berperan penting membangun daya tahan batin melalui penguatan identitas diri di dalam Kristus (<em>Imago Dei</em>) dan keterlibatan dalam komunitas iman yang suportif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi strategi integratif yang memadukan pendekatan psikologi pendidikan, literasi digital, dan spiritualitas Kristen merupakan langkah aplikatif yang efektif untuk memitigasi kecemasan digital sekaligus membangun resiliensi Generasi Z.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Bajidakka